Jumat, Oktober 13, 2017

Karena Semua berasal dari Momentum

Iya, kalau kalian membaca tulisan saya, maka kalian adalah pembaca sebuah curahan hati seorang pengangguran yang bahkan tak tahu jalan hidupnya.

Saya kira saya bisa mulai dari sebuah pergolakan batin saya dengan apa yang masuk kedalam pikiran saya, yaitu dari omongan kawan kawan saya

"gak kuliah lagi?"

"masih muda gak kuliah aja?"

"lu mau ngapain habis ini?"

"masih betah aje"

ya, pertanyaan mereka bisa saya artikan sebagai dua hal, yaitu yang pertama sebagai sebuah kerihatinan kepada saya, pengangguran yang masih mengadahkan tangan ke orang tua, padahan sudah memegang gelar sarjana. meskipun hingga tulisan ini saya ketik, saya belum memegang ijazah Sarjana saya, but, it's not the true problem.

the true problem is, overthinking saya terhadap sesuatu.

jelas, saya hidup sebagai orang yang sangat terlalu patuh terhadap suatu hal, sehingga saya lupa dengan sebuah hal, kemana arah tujuan saya dan bagaimana saya mengenal diri saya secara utuh, mengenal saya dan kekurangan saya dengan ke"aku"an saya. Bukan berarti saya egois untuk memikirkan aku,aku,aku, saya,saya dan saya, bukankah saya ingin mengenal saya pribadi menjadi utuh adalah hak saya sebagi insan yang perlu sekali untuk berbenah kawan?

Benar bukan? semakin kita mengenali diri kita sendiri, kita mampu untuk memahami diri sendiri? 

oke, saya masih harus belajar banyak hal. karena saya masih muda dan alhamdulillah gebetan saya setuju untuk membuat saya mampu menjadi pribadi yang lebih baik. ketika semuanya sudah berjalan dengan lancar kemudian ada kendala dari arah yang sudah saya sangka sangka dari sebelumnya.

baik, izin dari orang tua. orang tua saya termasuk orang yang berprinsip. jadi ane pribadi ketika goyah terhadap sebuah pikiran ane sendiri, ane jadi makin bingung, why? karena ane masih butuh tuntunan dari mereka berdua, namun mereka berdua sangat ingin anak yang dicintainya ini dan semuanya yang lain sudah harus punya arah tujuan.

dulu, ane sangat sulit untuk mau izin ini-itu, termasuk izin untuk bermain bola selepas sekolah, sekarang, jangankan main bola, travelling aja ane alhamdulillah dilepaskan, asal ane tau batasan batasan.

dan disini ane mikir lagi nih, yang buat melepas penat aja ane dikasih kebebasan, apalagi buat menentukan arah hidup kan? 

pikiran yang berkecamuk dipikiran ane, ane tuangkan di blog ini, ane sambil menyeduh kopi kemudian teringat suatu hal, adanya sebuah MOMEN yang barangkali akan menjadi jalan, sebuah MOMEN yang menjadi sebuah kesempatan untuk bebenah, 

but, kapan momen itu akan muncul?

Sabtu, September 09, 2017

Sempit yang Bimbang, Luas yang Membuat Ragu

Selamat datang bulan September, bulan ini bulan yang bikin penulis merasa jadi orang bodoh, karena dibutakan oleh cinta monyet sebanyak dua kali, iya. Dua kali.



Prolog selesai, kita mulai ke inti kenapa catatan kali ini perlu ditulis dan dipublish.

Karena penulis lagi lagi dimasa bimbangnya, kemana akan berlanjut petualangannya dalam menuntut ilmu, apakah di luar atau didalam negeri, apakah yang akan sesuai kehendak hati ataukah hanya sebatas paksaan yang nantinya hanya mengkotakkan pikiran penulis, dan penulis berusaha untuk mandiri dalam mengambil langkah kongkrit dalam hidupnya, selain mencari tulang rusuk. Eaaa~

Sempit yang Bimbang, apakah itu?
Yaps, penulis sedang berusaha untuk menjelaskan kepada orang tua penulis sendiri, penulis diarahkan untuk kuliah dan keputusan dari kedua orang tua penulis membuat penulis gamang, karena penulis orang yang cukup gak percaya diri serta minder, dan tidak yakin kalau misalnya pilihan dari orang tua penulis belum tepat, menurut pribadi penulis, penulis merasa kurang cocok dan ingin mengemukakan pendapat penulis tentang hal ini.

Ane pun ragu, apakah ane jadi untuk mengambil kuliah lanjutan lagi? ataukah hanya stuck di Sarjana Strata Satu saja? penulis pun masih gusar tentang hal ini.

Hal lain yang membuat penulis semakin gusar adalah ane adalah orang yang masih mampu kemakan oleh omongan orang lain, jadinya penulis bimbang dalam menentukan tujuan, dan lagi lagi mood dan emosi menjadi faktor penentu apakah penulis jadi untuk mengambil sarjana lanjutan diluar negeri.

Luas yang Membuat Ragu. Keputusan yang bisa merubah jalan hidup. Percayalah.
Ane disini berat dalam menentukan pilhan gaes, bener. Inti dari tulisan ini ane cuman menggambarkan apa yang ada di pikiran ane aja, sisanya hanya sebuah kalimat penting yang menggambarkan pikiran ane, ANE BINGUNG MAU NGAPAIN SEKARANG, lebih tepatnya hanya melakukan rutinitas, like zombie after wake up from the grave, kayak robot yang gak banyak memori, tapi gak bisa digunakan penuh karena sudah terkungkung oleh remote rutinitas kehidupan, oh, ya.

Doain penulis ya, karena ane masih ragu, doakan yang terbaik.

Ciao! 

Rabu, Juli 19, 2017

Dari Bhayangkaki, Kemauan itu ada Jalannya!

Dimana Ada kemauan disitu ada jalan.


Sering denger gak kata kata itu di sosial media yang kamu telusuri? atau dari kawan kawanmu yang menyemangatimu ketika kamu dalam keadaan putus asa dan butuh semangat? atau ketika guru atau orang tua mu menyemangatimu ketika kamu sedang dalam titik nadir, dalam keadaan yang hidup segan, mati tak mau?

Kata kata ini keluar dari senior ane yang sedang berkunjung ke Ponorogo, dalam liburan panjangnya setelah menyelesaikan studi di Pakistan, kemudian ingin melanjutkan studi Magisternya di Universitas Pertahanan (UNHAN), waktu itu dia berkunjung tanpa sepengetahuan ane, dan ane di kabarin tiba tiba setleh dia sudah landing di kampus ane tinggal. 

Beliau dan kawannya yang pelaku seni berinisial Ibenk langsung bilang ingin mengutarakan pengin ke gunung Bhayangkaki, salah satu ritus yang cukup dan bahkan, ketika ane dan rombongan berangkat kesana, hampir jarang ada yang melakukan trekking, bahkan cross trekking seperti yang kami lakukan.

Bagaimana Perjalanan kami Dimulai....

Dimulai pada planning, meskipun terkesan buru buru dan tidak terplanning kami berangkat dengan personel 5 cowok dan 1 cewek, bisa dibayangin gak? kalian yang awalnya berpikir membawa wanita adalah hal yang berat, kali ini kita membawa wanita yang untungnya punya passion dalam hal menjelajah dan berjalan jauh, meskipun sifat kewanitaan akan selalu muncul di manapun.


Ini Perempuannya, @mutiahmumu akun instagramnya

Jam 03.00 dari planning awal, saya dan Arya, kakak kelas yang jadi senior (emang gitu kan ya?) dan Dicky, mahasiswa pascasarjana kampus saya (ini senior juga) berangkat keluar kampus dan langsung berangkat untuk menjemput teman kami yang perempuan keluar kos, waktu itu jam menunjukkan jam dua, lebih sedikit, sembari menunggu perempuan keluar, kami berusaha menghubungi sepuh yang punya rencana keluar, Ridwan dan Ibenk, yang mana kami hubungi namun gawainya tidak diangkat.

Sempat kesal, namun akhirnya kami mencoba untuk mendatangi dimana mereka berdua tinggal, and then, ternyata mereka masih molor, hadeh. 

namanya juga manusia kadang khilaf...

Sempat ada perdebatan apakah kami akan tetap ke arah gunung Bhayangkaki, atau kah alternatif lain, daerah yang cocok untuk di explore, namun jawaban Ridwan seakan tidak bisa disanggah dan di tolerir, "kita udah tau kok ada gunungnya, masak masih gak berangkat".

Seketika kami langsung menyalakan GPS dan mesin motor.

Berangkat dengan berbekal makanan snack seadanya, dan pengetahuan akan gunung Bhayangkaki tersebut, GPS yang kami gunakan selama perjalanan lancar, hingga akhirnya kami merasa GPS via gawai sudah tidak berkalibrasi dengan paketan data yang kami punya, alias sinyal yang semakin lemot.

Adzan Shubuh berkumandang, akhirnya kami berencana untuk berhenti dan memulai untuk sholat sekalian bertanya kepada masyarakat sekitar mengenai arah gunung tersebut.

"masih jauh mas, nanti patokannya bla.. bla... bla.." ujar masyarakat yang berbarengan sholat berjama'ah dengan kami.

Akhirnya shubuh mulai menghilang dan matahari semakin meninggi, akhirnya kami putuskan untuk menaiki motor dan ketika motor sudah mulai terasa tidak kuat untuk dibawa melaju, kami putuskan untuk memarkirkan motor kami secara sembarangan, di pematang sawah milik masyarakat sekitar.

Perjalanan yang kami kira suda dekat, ternyata butuh berpuluh-puluh kilo untuk dilaluinya, dan ini pertama kalinya setelah beberapa puluh tahun melakukan hiking saya terasa perjalanan ini cukup melelahkan, karena dengan perlengkapan kami sangat sangat minimal dan terkesan seadanya.

Beberapa kali kami melalui jalan berlumpur, berbatu licin dan tajam, well, banyak yang sudah kami (baca: Ridwan) abadikan.


Perjalanan yang kami lalui ada menemukan aliran dari Grojogan Kokok

Perjalanan jauh, peralatan seadanya, lemaknya juga.

Lemak oh lemak~

Dua Jam Perjalanan, hasilnya kami sampai di bawah kaki Gunung Bhayangkaki



Ah, Ponorogo masih terlalu luas untuk tidak di jelajahi
Perjalanan kami ternyata masih belum sampai pada akhirnya, dan kami pun masih melanjutkan perjalanan yang masih sangat jauh, meskipun tidak jauh karena perjalanan kami yang sebelumnya sangat menguras tenaga, kami sudah agak kehilangan banyak cairan dan tenaga untuk perjalanan yang sudah agak menanjak, bahkan beberapa dari kami tertinggal dengan cukup jauh, meskipun udara semakin sejuk, namun tetap saja, namanya juga batas kekuatan kan...

Ya istirahat sejenak guna rehat atau mengambil beberapa foto unik gapapa lah ya..


Ketemu Batang Pohon Tinggi, rugi gak di panjat!

Akhirnya kami sampai diatas setelah waktu jam menunjukkan 07.13 sekian, kalau kami gak salah dan setelah beberapa kali kami melewati jalan terakhir, yang kami lalui adalah semak belukar yang tingginya sudah sampai 1,5 meter hingga keatas, yang kami temukan hanya rumput liar, dan setelah kami melewati semak belukar penuh duri, akhirnya kami sampai di puncak yang paling tinggi di Bhayangkaki.


Setelah ini, kita akan menemui apa?

Ahoy!


Keringet dan Rasa lelah hilang setalah sampai salah satu puncak gunung yang dianggap paling mistis di Ponorogo

Groufie dulu bisa kali yekan~

Jamban Squad, berfoto di pucuk Bhayangkaki

Nikmat mana yang kamu dustakan?

Gak seru ya? 

sampai jumpa di catatan perjalanan saya selanjutnya!




Senin, Juli 17, 2017

Ah, Winter Is Coming!

Banyakin Wisata main bola, karena badai sudah akan datang!

Sepertinya hari yang gak biasa akan datang, akankah ini pertanda badai?

Benar, sebentar lagi hari hari yang enggak biasa dan jauh dari bayangan ane akan dimulai, bukannya semakin longgar waktu, malah semakin banyak masalah dan tanggung jawab yang akan ane selesaikan, yah namanya juga hidup, buat menyelesaikan masalah, bukan buat menyelesaikan hubungan kita. *lah*

Sejenak balik dari perantauan, apa dulu nih yang ane mau lakuin? apakah memilih untuk menunggu kepastian dulu, atau mengatur ulang peta kehidupan, minimal untuk 5 tahun deh, maklum banyak perjalanan yang jadinya banyak merubah jalan hidup, wkwkwk.

Yah, ane masih bingung mau nulis apa, sepertinya butuh persiapan banyak, seperti hibernasi yang berkepanjangan dan persiapan badai yang akan kencang.

Yap, #WinterIsComing !

Minggu, Mei 28, 2017

#CERITANGOPI Eps.05 - Ramadhan dan Cerita dari Perantauan

Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Syahru Siyam...

Sudah beberapa tahun ini, saya tidak melakukan rukum islam yang ketiga ini di rumah sendiri, maklum sebagai mahasiswa yang jauh dari rumah dan merantau untuk menuntut ilmu, beberapa tahun belakangan ini kangen dengan masakan dan berbagai macam bukaan dirumah, apa daya, rindu cuman sebatas rindu, cuman ingatan masa kecil sebelum merantau saja yang bikin masakan rumah terasa spesial.

Mundur di waktu saya semester 4, diawal saya mulai kurang waktu berpuasa bersama keluarga di rumah untuk menjalani mukim, bahasa kami ketika tidak pulang ke rumah di waktu liburan kampus (kampus saya berasrama) menjalani beberapa persiapan menyambut mahasiswa baru, untuk menggelar acara OSPEK kampus, banyak cerita disana, ah banyak suka dukanya di Ramadhan ini, terlebih masalah asrama, eh masalah asmara. 

oke, saya skip, karena sudah tidak penting (bagi beberapa pembaca)

Lalu, ingatan saya maju ke semester 6, bulan dimana agenda wajib saya untuk memenuhi tri dharma pendidikan, yaitu pengabdian kepada masyakarat, kampus almamater saya mewajibkan seluruh mahasiswanya yang sudah memenuhi persyaratan untuk KKN (Kuliah Kerja Nyata) di kampung atau pedesaan yang sudah di tentukan oleh bagian pengabdian kampus terhadap masyarakat.

mulai dari melakukan sosialisasi keagamaan, mengikuti adat dan tradisi masyakarat Ponorogo yang banyak saya dan kawan kawan tidak atau bahkan belum mengerti, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarkat, hingga untuk mengerti, banyak bersyukur dengan kehidupan yang layak.

thanks a lot, alam semesta selalu punya banyak cara untuk kita memahami dunia sekitar.

So, semester akhir, mungkin liburan lalu lebih banyak di berkutat di mengerjakan tugas akhir, akhir dari dunia, eh dari perkuliahan, banyak cobaan dan ujian di mengerjakannya, mulai dari dosen pembimbing yang gak kalah sistematisnya dibanting editor jurnal kampus, dan metodologi penelitian yang selalu saya anggap pelajaran yang gak penting penting amat, jadi makin berkesan, saja, hingga akhirnya saya selesai sidang ujian skripsi pada hari Rabu, 6 Ramadhan kalau saya tidak salah.

And then, Alhamdulillah akhirnya selesai juga, dan saya menyelesaikan strata satu dengan predikat BAIK, alhamdulillah.

Liburan yang sekarang udah agak beda, lingkungan yang berbeda dan sudut pandang saya yang juga berbeda, mulai dari melihat mahasiswa tingkat akhir yang sibuk mencari dosen pembimbingnya, padahal waktu yang sudah makin mepet, mahasiswa yang lebih memilih mukim di kampus menunggu ijazah SMA nya dahulu, hingga mahasiswa yang memilih mukim menjadi panitia Kampung Ramadhan, dan juga hingga mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN dan mempersiapkan OSPEK.

ah, waktu berjalan cepat ya, tanpa terasa sudah banyak yang dilalui, namun hingga saya menulis ini, saya masih bingung dengan pertanyaan besar yang belum bisa saya jawab untuk waktu dekat ini.

APA YANG SUDAH KAMU DAPATKAN DAN LAKUKAN DI 11 TAHUN PERANTAUAN INI?

sekian, mari beristirahat.



Kamis, Mei 25, 2017

#CERITANGOPI Eps.04 Jakarta tetap Jakarta, Tidak akan yang Lain.

Hai everyone,

Teror terjadi lagi di kawasan Jakarta bagian Timur, semakin prihatin dengan apa yang sudah terjadi di daerah elit dan Ibukota negara ini, terus terusan media membuat kita semakin tergiring ke satu hal, yang sebenarnya dilebih lebihkan media dengan judul yang cukup menegangkan dan penuh drama

Jakarta sudah tidak aman, Jakarta Siaga bla.. bla... bla..

pendapat saya pribadi, Jakarta hanya sebuah obyek rekayasa, untuk sebuah organisasi, atau kepentingan mayoritas yang berlandaskan kesenangan pribadi dan kolega mereka, di buat seakan akan Jakarta ini tidak aman buat kaum minoritas, dan apapun yang berbau SARA, akan mudah di lenyapkan.

but, apakah itu yang terjadi? tidak, beberapa hal yang saya lakukan in-depth research, saya menemukan "benang merah" petunjuk dari semuanya. Adanya kepentingan, sehingga kota yang cukup makmur, menurut petahana nya, dibuat seakan akan kacau balau.

Masyarakat sudah pintar, media mampu mereka pilah dengan benar.


kasus yang pertama, perihal petahana yang sidangnya dibuat berbelit belit, kemudian mayoritas agama di Jakarta mengamuk, dan membuat kericuhan di dunia maya dan dunia nyata, apakah ini nyata? tidak, kericuhan selalu berakhir adanya kehancuran dan perselisihan, namun yang terjadi, mayoritas menggunakan kekuatas kepercayaan dan keimanan menjalankan aksi damai, super duper damai, bahkan petinggi jendral mengatakan aksi damai bukan sebuah makar, melainkan meminta hak mereka sebagai warna negara Indonesia.

kemudian, kasus yang selanjutnya pancingan bernama SARA, simpatisan petahana tidak terima dengan adanya aksi damai, dan menolak akan dipidana nya junjungan mereka, menggunakan buzzer dan sosial media untuk menjelekkan pimpinan masyarakat mayoritas, dengan segala fitnah, dan segala aksi yang terlihat 'masuk akal' menurut mereka, namun bagi saya, aksi itu cenderung seperti 'haus akan mencari kesalahan orang lain'.

dua kasus awal ini seperti sebuah pelatuk, akan kekuatan kotor kalangan pemimpin di Ibukota, banyaknya kasus yang jauh dari kata kemanusiaan di atur sedemikian rupa, sehingga mengatur agar petinggi penegak hukum bisa memperbaiki harga diri masyarakat.

Namun, HELL NO!.

sepertinya masyarakat sudah bosan dengan aparat, sehingga kasus kasus yang lama saya tulis tadi, masyakat bergumam akan hasil kerja kepolisian yang cenderung sulit dan berbelit-belit.

lalu, bom meledak. 

apa yang mereka mau? menganggap Jakarta tidak aman? tidak, Jakarta akan selalu nyaman bagi siapapun yang menganggapnya rumah.

Sabtu, Mei 20, 2017

#MaknaMusik Coldplay - Everglow

untuk kali ini saya membuat postingan dengan hashtag judul #MaknaMusik kenapa harus makna musik? karena beberapa musik yang saya dengarkan memiliki latar belakang dan mewakili perasaan yang sedang saya alami akhir akhir ini, hehehe (anda jugabegitu kan?)

album "A Head Full of Dream" yang diusung oleh Chris Martin dkk ini sepertinya mewakili perasaan frontman dari band asal Inggris tersebut, setelah saya perhatikan, karena saya cukup mengikuti band yang saya favoritkan ini.

Everglow, apa yang bisa kita dapat dari lagu yang cukup melow dan slow ini?

baiklah kita akan coba mengintepretasikan lagu tersebut.

We see people come
See people go
This particular timing is extra special
I know you might be gone
And the world may not know
Still I see you celestial
Pembuka dari lagu ini, dengan alunan piano merdu dan suara yang khas dari penyanyinya, lagu ini dimulai dengan lirik ini, sebuah pertemuan akan berakhir dengan pertemuan, dia sudah tahu,  pada akhirnya semua akan pergi, tapi apa yang pergi ya? apakah seorang kekasih?

Like a lion you ran
Goddess he wrote
Like an eagle you circle
And perfect of all
So how come things move on
How come cars don't slow
When it feels like the end of the world
When I should but I can't let you go
Di bait lirik kedua ini, Chris mencoba menjelaskan dengan gaya dan frasa gaya dia sendiri, bahwa kepergian (seseorang) yang ia sayang atau terkasihi seperti sebuah armageddon, sebuah akhir dari dunia ini, menyedihkan memang, apalagi di bait ini nada piano belum berhenti berdentang dengan pelan dan syahdu-syahdunya. tapi belum puncaknya....

But when I'm cold, cold
When I'm cold, cold
There's a light that you give me
When I'm in shadows
It's a feeling within me, everglow
everglow. sebuah kata yang tidak sengaja terucap oleh chris ketika diwawancarai di Zane Lowe’s Beats 1 radio show Thursday (Nov. 26) apa makna dari sebuah everglow? 
“I was in the ocean one day with this surfer guy, who spoke just like you’d imagine a surfer guy to speak,” Martin said. “He was like, ‘Yo dude, I was doing this thing the other day man, it gave me this total everglow!’ I was like, ‘What an amazing word!’ Then the song came completely out.” Chris Martin 
maka everglow menjadi sebuah kalimat frasa untuk menunjukkan sebuah keindahan yang belum mampu dijelaskan dengan kata kata, seperti kata "wow!" namun dengan kalimat yang lebih khusus.

dan seperti biasa, di kalimat akhir selalu menjadi sebuah quitences, sebuah intisari dari apa yang sedang dialami oleh mas Chris ini, ketika dia sudah bercerai dengan istrinya Gwyneth Parthlow.
Oh, what I would give for just a moment to know
Yeah, I live for this feeling, it's everglow
So if you love someone, you should let them know
Oh, the light that you left me will everglow
 “To me, it’s about — whether it’s a loved one or a situation or a friend or a relationship that’s finished, or someone’s passed away — I was thinking about, after you’ve been through the sadness of something, you also get this everglow,” he further explained to Lowe. “And that’s what it’s about.” MTV.com


yah, kadang kadang oenulis juga heran, kenapa ya Coldplay bisa membuat album dan single yang selalu bagus untuk didengarkan? 
 

We see people coming

We see people go

This particular timing

Is extra special
We see people coming

We see people go

This particular timing

Is extra special

Kamis, Mei 18, 2017

#CERITANGOPI Eps.03 - Sibuk atau Menyibukan diri?

Waktu. Berjalan. 24 Jam.

ketika ditanya apa yang sudah saya lalui sejauh ini, saya bingung untuk menjelaskannya karena banyaknya hal yang saya lakukan, namun belum mampu mencapai kata tuntas, waktu yang berjalan sudah bagai sebuah mahkluk, yang selalu menghantui, meski kasat mata, namun bagai menyatu dengan pikiran saya. tersugesti dengan waktu yang semakin kejepit, sepertinya.

Now, Closer to the Edge..

entahlah, semenjak saya mengetik tulisan ini saya masih disibukkan dengan hal yang saya terasa berat untuk mengerjakannya bersama sama, namun malas mengerjakannya sendiri. sepertinya saya menilai diri saya sebagai pemalas, atau seseorang yang butuh mood baik untuk mengerjakan, namun butuh waktu lama untuk menemukan timing yang pas.

saya seorang juru catat di biro yang saya dapat amanah (sebenarnya dimanapun saya jadi panitia, posisi saya kalau enggak sekretaris, ya bagian seksi acara), butuh mood dan emosi yang baik bukan? yah, inilah, namun problematika yang sekarang bukan ini, dan juga bukan seperti judul yang diatas...

Lalu, Apa?

masa depan. suram saya lihat, namun jika merujuk ke plan yang sudah saya pernah buat (di pikiran saya sudah tertata rapi, namun lupa keluarnya kapan, wkwkwk) sepertinya banyak hal juga untuk perjalanan pribadi dan pencapaian pencapaian yang saya perlukan. belajar dari beberapa minggu lalu saya bertemu dengan Professor dari Jogja, melihat beliau "baru" jadi orang setelah banyak melakukan studi dan mengajarkannya ke orang banyak setelah 20 tahun lamanya. 

saya 5 tahun setelah kelulusan saya dari SMA saya, dan 1 tahun dari almamater kampus saya yang tercinta ini, saya belum terlalu memiliki pandangan yang jelas untuk saya lakukan. 

Almamater tercinta, dari sudur pandang saya yang suram, wkwkwk

kalau yang saya pikirkan banyak. untung banyak juga yang sudah terealisasikan, hehehe...

beberapa kali saya punya pikiran untuk melakukan pemberkasan untuk mendaftar di salah satu perguruan tinggi yang menjadi cita-cita saya... namun apa daya setelah saya membaca keadaan, saya sepertinya belum diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah orang lain. 

Ya Rabb, mungkin bukan kesempatan saya :) 

dan perihal asmara, saya mungkin dengan melihat kepribadian dan cara saya bekerja, anda dengan mudah menilai saya sebagai orang yang masih belum bisa mengatur dan membicarakan sebuah hubungan (ya benar, beberapa postingan saya menyangkut ini, dan hasilnya? you know la~)

susah untuk membagi waktu dan menentukan prioritas yang benar bagi saya, toh karena hidup ini adalah sebuah pembelajaran dari sebuah kesalahan dan pengalaman orang lain, saya akan berusaha untuk memperbaiki itu semua.

minimal bisa bedain waktu kerja lembur saya dan waktu saya mencuci pakaian dan buntelan baju saya di binatu, ahahaha....

so, sebenarnya saya sibuk atau menyibukkan diri? entahlah~


Senin, April 10, 2017

#CERITANGOPI Eps.02


Sejenak mengontrol ketenangan bathin di basecamp andalan, kopi Solok cocok membuat mata kembali cerah, sembari duduk menunggu pesanan yang belum datang ada sejenak aku berpikir, melepas jauh pandangan menerawang langit langit cafe. Lalu akhirnya setelah berpikir lama, ada satu pertanyaan yang akhirnya mulai menggema di otak..


what are you focusing on?

aku terpaku, oleh pertanyaan diri sendiri ke diri sendiri. aneh. sampai sekarang akupun masih bingung untuk menjawabnya, mau jadi apa? mau fokus kemana? lagi fokusin apa sih? 

pesanan pun datang, kopi Solok menurut saya yang masih awam juga tentang ngopi ini punya pendapat kalau kopi ini diracik gaya apapun asam buahnya masih terasa, enak, tapi gak cocok di seruput banyak banyak, enak sedikit demi sedikit sampai tuntas, plus di kasih makanan manis seperti pisang coklat biar jadi pasangan yang cocok.

kopi yang pas untuk episode ke dua kali ini.

akhirnya pertanyaan tadi membuat saya terpaku lagi, sebuah momen yang membuat saya mata saya berkelebat kemana mana, memikirkan sekitar saya, sejenak saya menanruh gadget yang saya bawa kemana mana dan saya semakin bersandar menikmati kopi dengan makin dalam, makin dalam, dan saya memejamkan mata agak lama.

yang saya fokuskan tentang sebuah hal hal materil saja, ternyata..

faktanya dan kenyataannya, benar. yang saya fokuskan dan pencapaian yang sekarang hanya untuk diri saya sendiri, pencapaian yang ingin menyenangkan diri saya sendiri, faktanya masih banyak saya kurang bersyukur, akan sebuah hal, akan banyak hal, dan hal hal yang saya belum tahu dan yang saya lebih baik tidak tahu.

fokus untuk hal diri sendirimu mungkin cocok untuk berguna bagi orang lain..

kopi yang saya resapi ternyata sudah mencapai ke puncaknya, ampas kopi dari sumatera barat ini sudah seperti berkata, waktunya menyimpulkan apa yang ada di pikiranmu, dan akhirnya pada resapan kopi sore ini saya menyimpulkan, fokus untuk dirimu sendiri jangan sampai membuat kamu lupa tentang bermanfaat kepada orang lain.

sepertinya ed sheeran - save myself jadi rujukan pikiran saya episode ini. sekian. 

Kamis, Maret 09, 2017

#CERITANGOPI Eps.1 - Sepakbola Bukan 90 Menit

UCL is back everybody!

Sebagai orang Indonesia Sepakbola sudah bukan olahraga yang asing, bahkan menjalar, kepadatan penduduk, kesamaan minat dan satu bahasa pemersatu mampu membuat olahraga ini gaungnya lebih mudah dimainkan dimana saja, kapan saja dan siapa saja; tua muda, kaya miskin. 

Selain sepakbola ada olaharaga yang juga sama, namun baru terkenal di medio tahun 2008 futebal de sala namanya atau biasa dikenal dengan olahraga futsal namanya (mungkin di cerita selanjutnya akan saya bahas, entah kapan, tunggu saja). 

Klub yang diusung dan digemari beragam, sudah barang tentu klub lokal di negara sendiri yang dimainkan era PSSI setelah dibekukan tidak membuat suporter klub daerah lokal semakin berkurang, bahkan semakin menjadi ramai, bahkan menjadi jadi, termasuk di social media. 

Apalagi fans klub luar negeri, terutama kita tuju pada benua Eropa, meningkatnya kualitas pemain dan gencarnya tim tim yang didukung dalam memudahkan fans semakin mampu "dekat" dengan para fans nya yang tersebar di seluruh Dunia terutama, semakin menarik seluruh lapisan masyarakat yang menyukai olahraga kulit bundar ini.

Kembali Ke Topik Awal, UCL alias Liga Champions...

Banyak hal yang membuat kita senang dalam kompetisi di kasta klub paling prestisius di seantero Eropa ini, adanya keajaiban keajaiban, gol-gol cantik, assist pemain berkualitas dengan penyelesaian yang tenang dan baik, serta adanya kejar kejaran poin. Banyak hal yang membuat kita selalu lebih memilih menggandrungi koran di kolom olahraga ketimbang berita negara yang ternyata hanya settingan belaka, kayak kisah cinta aku dan dia, *eaaa* 

Sepakbola bukan hanya urusan 90 menit dalam lapangan bung!

Dan juga beberapa kekecewaan.

Pertandingan bola yang hanya 90 Menit, berlaganya kedua tim yang saling mencari kemenangan menjadi tontonan menarik, namun ada hal yang tidak akan tuntas dalam 90 menit itu.

Ada Banyak hal yang nantinya, akan terus dibahas, hingga kekalahan itu hilang dari pikiran fans tim yang kala itu terpuruk atau dibuat seperti pesakitan.

From Zero to Hero. Champions League adalah panggung bagi yang mau menunjukkan diri!

Kopi sudah mulai habis dan dekat dengan ampasnya, cerita saya mungkin akan dekat berakhir, toh intinya, 90 menit yang telah berlalu adalah perang fisik dan perang sahut sahutan penonton yang ada dilapangan. 

Sisanya?

Adu argumen, manakah klub terbaik sejagat raya, mana klub yang terbaik dalam penguasaan bola, terbaik dalam hal posession dan lain sebagainya, intinya 90 menit yang telah berlalu selain analisa taktik dari pandit professional, amatiran dan sosial media, 90 yang telah berlalu adalah adu argumen dan adu kuat, siapa yang tidak mau kalah.

Fin.




Minggu, Februari 19, 2017

Catatan Perjalanan, Srau yang selalu menawan

Yah, Srau emang menggoda...
sebenarnya saya pribadi sudah beberapa kali ke pantai yang namanya saja mudah untuk disebut, meskipun perjalanannya tidak mudah sesuai dengan pengucapan namanya, kalau musim kemarau hanya dengan jalan jauh namun panas dan debu yang naik membumbung, bisa membuat perjalanan menemukan banyak motor dan mobil yang kalau menyalip saja bukan main, mulut selalu mengucap antara serapah dan kalimat illahi.

apalagi kalau sudah mendung.

apalagi kalau hujan, saya mau berkomentar panjang tentang perjalanan terakhir (meski ini bukan yang benar benar terakhir).

2 Februari 2017
Sore hari sesuai dengan janji yang sudah kami sepakati, melalui daring masing masing dari kami, kurang lebih 16 orang kami pun berangkat ke pit stop yang sudah kami rencanakan, tentu saja tempat paling cocok adalah SPBU, sekalian cek bahan bakar, iya gak?

Kami dibagi menjadi 4 Kloter, yang sudah memulai perjalanan, yang masih menunggu junior kami, dan yang sengaja meninggalkan diri, wkwkwk, dan yang menyusul berangkat untuk sampai di malam hari.

Perjalanan yang kami mulai cenderung pelan dan berhati hati karena musim sudah mulai tidak menentu kapan akan turun hujan, deras maupun rintik, kami melaju dengan kecepatan sedang beriringan hingga sampai di perbatasan pacitan, di daerah Tremas untuk mempersiapkan bekal yang akan kami konsumsi nantinya, karena ini perjalanan bisa dibilang cukup mendadak, jadinya kami hanya mempersiapkan seadanya dan apa adanya.

17.35 
Kami pun sampai di tujuan, voila!
perjalanan yang sudah cukup jauh kamipun sempat untuk mengambil beberapa hasil foto, yang meskipun gelap karena sudah terlanjur senja, akhirnya kamipun berhenti dan memilih menggunakan balai desa yang ada disana untuk tidur dan melepas penat.

21.00
Malam hari, waktunya bakar bakar!
sudah barang tentu makan bersama adalah suatu tradisi yang gak boleh terlewatkan disini, karena selain lebih menghemat pengeluaran, makan bersama konon menambah dan mempererat kebersamaan, entah benar atau tidak, toh nantinya kita punya cerita kan ya?

01.00
kami menghabiskan malam dengan sharing dan beberapa curahan hati yang akhirnya menimbulkan gelak tawa hingga kami merasa kami saja yang ada di sana, ah, kalau yang ini benar adanya karena selain hanya kami saja yang disana, angin muson bertiup kencang, kencang sekali hingga huijan badai tidak terelakkan lagi.

04.00
sunrise-is coming...
3 Februari, huft, apa perlu ane cerita lagi perihal perasaan?
kami mengambil beberapa spot yang kami kira cocok, dan sambil menunggu sarapan yang sudah kami pesan di toko yang menggelar lapak di pantai ini, kami sempatkan juga untuk bermain bola, ah, sejenak melapas emosi dan gelisah ternyata cukup seru, dan kapan lagi.

dan ini beberapa hasil foto yang saya tangkap menggunakan gawai yang saya miliki

Follow Instagram kami kak! @mahejenk dan @aka_buyung

Bahkan dibalik candidku, terdapat angan untuk memilikimu, wkwkwk

Neng, yakin gak mau sama aku yang lagi mandangin aku? 


Kesempatan yang jarang bisa terulang kembali

3.2.1996. Selamat Ulang Tahun 21st.

Sok candid, padahal ya enggak.... 

Nyiur melambai dan dirimu yang akan selalu menawan


Follow Us @soratemplates