Kamis, Juli 23, 2015

Kota Tua Batavia, Kenanganmu denganku kini....

Museum Fatahillah di malam hari
karena manusia adalah makhluk yang memliki akal sehingga lebih mampu mengingat apa yang telah terjadi kepada mereka, baik berbentuk sentuhan, semacam kejadian dan hal hal yang membuat syaraf - syaraf neurik dan motorik kita bergerak, dan membuat apa yang telah terjadi menjadi sebuah kenangan. cukup simple dan rumit. Ah sudahlah,..

tepatnya ketika semester 5 yang lalu, mahasiswa hukum seperti kami butuh yang namanya studi untuk mengetahui lapangan tempat kita magang nanti, mengetahui lebih hukum konvensional dan praktek yang ada dan berlaku di sosial kami ini.

rencana yang cukup tak terduga menurut kami karena penjadwalan yang sudah matang dan akhirnya harus rela untuk dimajukan jadwalnya. Dengan beberapa kendala yang ada tentunya kami dituntut yang harusnya 3 bulan lagi persiapan menjadi hanya 3 minggu saja, well bukan masalah yang cukup berat karena kami langsung berbagi tugas dan alhamdulillah kami mampu mengerjakan tugas yang telah kami bagikan. well good luck lads..

Jakarta. Tujuan kami mulai dari seluruh organ lapis yang ada dipemerintahan semua kami upayakan dan kami usahakan untuk kami masuki. Mahkamah Agung sudah, dimana kami mendapatkan bahwa kami mampu untuk menjadi hakim yang menangani kasus kasus kompilasi hukum islam dan lebih ditekankan ke hukum ekonomi syariah. Mahkamah Konstitusi pun sudah kami masuki, dengan kejutan bahwa kami juga diperbolehkan untuk mengikuti sidang dan mengikuti jalannya sidang hingga selesai. masih banyak lainnya seperti BAZNAS ( Badan Amil Zakat Nasional) , kemudian ke KPK dan Lembaga Bantuan Hukum yang ada di Jakarta.
kira kira kapan aku jalan sama kamu? iya kamu..

well, itu hanya memuat isi yang ada. Intinya disini adalah tempat bersejarah yang sudah saya kunjungi untuk ketiga kalinya, Kota Tua, yang secara geografis berada di daerah jakarta pusat ( maaf kalau salah) banyak kenangan disini, duduk ditempat yang sama untuk beberapa kalinya dan ah, Kafe Batavia untuk yang kedua kalinya 

beberapa kali mencoba juga kuliner yang ada disana, sayang selama penulis mencoba untuk kesana waktu selalu menunjukkan waktu malam hingga selalu gagal untuk masuk ke museum Fatahillah. sayang sekali. kesempatan beberapakali mengunjungi sana jadi sia sia karena ada yang kurang, demi mengobati itu, saya biasa untuk mencoba kuliner ke penjual jajanan khas di jalanan. Kerak Telor dan Batagor adalah makanan yang paling saya gemari.

semoga dilain waktu bisa ke Jakarta lagi, Adios! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates