Segores Luka

Masih berdarah...
Luka kami dihari lalu,
tak akan sembuh.
Biar waktu berlalu dan berlalu.

Adakah kenangan terlupa?
Lihat jejak darah kami,
mengisi kali-kali.
Membasahi mata berhati.

Kelam selalu terkenang, saat
lidah-lidah api membakar kepala,
tangan-tangan besi menutupi mata,
pintu-pintu kayu selalu terampas.

Luka kami tak akan sembuh,
jangan sembuhkan luka ini.
Biarkan darahnya mengalir,

membanjiri generasi akhir.

Komentar

Postingan Populer