Jumat, September 23, 2016

Butuh atau Gengsi?

"Hek, seriusan masih mau make hape 'jadul'? "
"tinggal minta orang tua aja kok repot sih, kan hak mereka.... "
"kalau aku jadi kamu, aku minta lagi kalau hilang atau rusak.. " 
Ogah.

Sebenarnya saya menulis ini adalah sebuah pembelaan saja, bilamana anda membaca blog ini, maka anda beruntung membaca blog saya ketika saya sedang bijak-bijaknya.

Saya jujur beberapa minggu, atau bahkan bulan yang lalu saya agak bingung dan larut dalam kesedihan yang mendalam, sebab kehilangan separuh hati saya (buat yang belum baca blog saya, silahkan ditelusuri, hahaha....) namun setelah beberapa hari, saya semakin yakin bahwa saya mampu untuk membeli barang, namun saya belum terlalu yakin untuk menjaga barang tersebut.

Okey, ini keputusan saya sudah agak bulat, meskipun agak lonjong dan kurang bulat, huahaha.

Saya memutuskan untuk tidak menggunakan android, untuk sementara waktu.. anggap saja sebagai sebuah hukuman, karena saya pribadi telah lali menjaga titipan dari orang tua, maaf pak,bu, masih belum bisa jaga barang.
Hubungannya sama judul diatas?

Pertanyaan yang terbesit dipikiran saya ketika saya ingin membeli sebuah android baru, yaitu apakah saya pribadi yakin dengan hadirnya android baru saya mampu menjadi pribadi yang lebih baik? tentu, namun saya akan semakin manja mampu meminta barang kepada orang tua saya pribadi. Jujur, saya agak mamlu meminta uang lebih kepada orang tua, Alhamdulillah beberapa tahun kebelakang, saya agak jarang menunggak untuk bulanan pembayaran, karena saya pikir itu sebuah prioritas. Pertanyaan saya makin bercabang, kadang ada saja yang membeli gadget canggih namun agak susah dalam kehidupan kesehariaannya, situ beli gadget karena faktor kebutuhan atau ingin mengimbangi kehidupan teman-teman anda yang lain? 

ayok jawab...

Saya cuman bisa menjawab saya ketika membeli gadget selalu untuk kebutuhan anti-sosial saya, saya makin sering malas-malasan untuk berbicara kepada orang lain, membagikan berita hoax secepat the Flash, uowow... 
Jadi Penikmat Sepatu, kenapa tidak? untung saya koleksi sepatu bukan koleksi kontak wanita, hahaha! 

Sekarang, apa yang kamu prioritaskan untuk dibeli?

Saya sih maunya mendeklarasikan untuk memiliki pakaian yang "itu-itu saja", ini sebuah planning besar, karena ternyata beberapa pendangan lebih melihat seseorang dari penampilannya, bahkan sudah banyak penelitian yang sudah mendapatkan hasilnya, saya memilih seperti itu karena saya sadar.. saya males nyuci, eh, saya agak malas dalam sebuah hal.

Selain matematika dan kalkulasi, hal yang malas saya lakukan adalah berpenampilan kece. 

kenapa? entah bawaannya gitu. 

Oke oke.. mungkin agak ngelatur kemana mana, jawabannya adalah perlengkapan bermain futsal atau sepak bola, karena dengan bermain bola, saya menjadi dapat banyak teman. Saya makin berlatih emosi yang berlebihan dan banyak lagi, lebih menunjukkan ke sisi positif tentunya..

Pesan di Catatan Harian hari ini?

*semoga kita semua mampu dengan bijak "pelit" terhadap diri sendiri, dan tidak kepada teman teman kita dan sekeliling kita.
see you next time in my blog!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates