Senin, September 19, 2016

Hidupmu Bukan Panggung Politik...

I really need to learn
'Cause were living in a world of fools
Breaking us down
Masih berkutat dengan porsi melek, saya melanjutkan berjalannya waktu yang saling mengejar antara matahari yang mau terbit dan kantung mata saya yang makin berat, saya menulis di blog ini, karena ini blog pribadi saya *ya iyalah*.

Kalau banyak yang bilang, hidup ini adalah panggung sandiwara, maka itu benar adanya, yang jadi permasalahannya adalah lakon yang seperti apa yang akan kamu pilih dan yang akan kamu lakoni? apakah dengan menjadi seorang yang antagonis atau protagonis? orang yang naif atau orang yang munafik? ah, atau seseorang yang gila kekuasaan? dengan bagaimana caranya mencari jati diri atau mencari muka dengan cara yang tidak layak?

entahlah...

saya tidak bisa menganggap seseorang dan orang yang lainnya salah, meskipun kadang dalam beberapa kali guyonan saya selalu seperti itu *khilaf tong* menyikapi seseorang karena sebuah kesalahannya dan menganggapnya tidak mampu memperbaiki kesalahannya adalah perbuatan yang tidak patut, dan merendahkan. sangat tidak layak. 

panggung politik. dari zaman kuno juga politisasi selalu ada, toh, cara berpolitik bersih dan kotor semuanya terlihat samar, bagi saya pribadi, karena beberapa langkah yang salah mampu membuat beberapa mata dan beberapa oknum menggunakan politik sebagai alat.

politik sebagai alat. alat mencari muka.

saya bosan dengan pemberitaan media, toh disekeliling saya dan juga permainan sepakbola adalah hal-hal yang menurut saya hal yang sangat tidak mudah untuk selesai dibahas. saya kadang selalu bertanya pada diri saya sendiri, apakah dengan mencari muka kepada atasan itu mampu membuat kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik? apakah dengan mencatut nama atasan sudah mampu membuat saya atau sahabat yang membaca ini semakin aman posisinya? apakah anda senang dengan zona nyaman yang anda rasakan sekarang? mari berpikir sejenak.

saya masih menatap hingga shubuh menghilang dan juga berpikir seandainya orang yang cari muka itu kehilangan muka yang ia raih, apa yang akan ia lakukan ya?

mari rehat sejenak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates