Kecantikan yang (Sebenarnya) Relatif

Suatu ketika, Saya ditanya oleh seorang lawan jenis, pertanyaan yang bisa melahirkan pertanyaan (lagi) 
aku cantik gak sih? cantik itu menurut kamu yang kayak gimana?
Saya agak kolaps, kejang kejang dan ada indikasi terkena diabetes, ayan dan penyakit kejiwaan lainnya, pertanyaan yang bisa membuat seorang lawan jenis, dalam konteks disini adalah wanita.  W-A-N-I-T-A. mengeluarkan jurus ampuh mereka, yang bahkan mereka yang tahu tafisrannya, yang boleh menafsirkannya. jurus standar ganda ala mereka.

WANITA, makhluk yang diciptakan untuk membantu Adam memecahkan kode "aku gak apa apa!"


Mau gak dijawab, ya percuma. Dijawab dengan sejujur-jujurnya kali aja sebuah benda akan melayang, aku membatin. Syukurlah, saya masih membatin dengan raut wajah tenang dan bisa saya kendalikan.

Ya tergantung, bisa aja cantik, bisa aja gak cantik, besoknya ane digantung, semua bisa aja terjadi, bisa terjadi, dan bisa bisa bisa.... ah, sudahlah..

Ada pernyataan menarik yang saya teliti, mungkin saja ada sebuah kesalahan dan beberapa koreksi, pernah kalau misalnya ada wanita yang bilang kecantikan wanita itu dari dalamnya, jangan lupa itu palsu, sebuah kata kata dusta, penuh tipu muslihat, gak percaya?

saya pernah diberitahu kalau wanita itu kadang terlihat anggun dikarenakan bisa memunculkan kecantikan yang tersembunyi dalam jiwanya, inner beauty. entah beberapa cara dan jalan yang mereka lakukan, seperti sering bermeditasi dengan yoga, menjaga kebersihan rohani dan jasmani.

Cantik. kalau dibilang relatif maka bisa jadi ada sebuah standar atau adanya tolak ukur, seberapa cantik, atau seberapa tidaknya, bener gak sih? membahas inner beauty  ada juga yang akhwat suka tebar pesona nah gimana tuh?

akhirnya konklusi saya ngalor ngidul di topik pembahasan ini adalah, kecantikan itu relatif; relatif dengan standar apakah anda akhwat yang mau berbuat atau suka tebar pesona, intinya gitu aja sih, berarti kecantikan itu didalam hati salah dong? enggak, ane gak bilang salah itu cuman orang jelek aja yang ngomong begitu *pletak*

Cantikmu sempurna kalo natural deh, suer

Jika sebagian dari kita merasa tak memiliki cantik fisik atau tak dinilai cantik dalam padangan manusia. Bukan berarti dunia kita menjadi suram. Hari-hari kita menjadi buram. Ah, seberapa pentingkah penilaian manusia kita maknai jika bandingannya dengan penilaian Allah swt? Bukan berarti kemudian kita tak boleh mempercantik diri dengan produk-produk kecantikan, tapi kita coba dudukkan kembali masalahnya agar tak salah mengambil sikap. Jangan sampai justru keinginan kita menjadi cantik hanya nafsu sesaat yang dilakukan dengan cara mengabaiakan apa yang disukaiNya dan apa yang tidak disukaiNya. Kemudian tanpa kita sadari keinginan itu berubah menjadi obsesi dan menajadikan kita kufur nikmat.

iya atau enggak? 

Komentar

Postingan Populer