Minggu, Februari 19, 2017

Catatan Perjalanan, Srau yang selalu menawan

Yah, Srau emang menggoda...
sebenarnya saya pribadi sudah beberapa kali ke pantai yang namanya saja mudah untuk disebut, meskipun perjalanannya tidak mudah sesuai dengan pengucapan namanya, kalau musim kemarau hanya dengan jalan jauh namun panas dan debu yang naik membumbung, bisa membuat perjalanan menemukan banyak motor dan mobil yang kalau menyalip saja bukan main, mulut selalu mengucap antara serapah dan kalimat illahi.

apalagi kalau sudah mendung.

apalagi kalau hujan, saya mau berkomentar panjang tentang perjalanan terakhir (meski ini bukan yang benar benar terakhir).

2 Februari 2017
Sore hari sesuai dengan janji yang sudah kami sepakati, melalui daring masing masing dari kami, kurang lebih 16 orang kami pun berangkat ke pit stop yang sudah kami rencanakan, tentu saja tempat paling cocok adalah SPBU, sekalian cek bahan bakar, iya gak?

Kami dibagi menjadi 4 Kloter, yang sudah memulai perjalanan, yang masih menunggu junior kami, dan yang sengaja meninggalkan diri, wkwkwk, dan yang menyusul berangkat untuk sampai di malam hari.

Perjalanan yang kami mulai cenderung pelan dan berhati hati karena musim sudah mulai tidak menentu kapan akan turun hujan, deras maupun rintik, kami melaju dengan kecepatan sedang beriringan hingga sampai di perbatasan pacitan, di daerah Tremas untuk mempersiapkan bekal yang akan kami konsumsi nantinya, karena ini perjalanan bisa dibilang cukup mendadak, jadinya kami hanya mempersiapkan seadanya dan apa adanya.

17.35 
Kami pun sampai di tujuan, voila!
perjalanan yang sudah cukup jauh kamipun sempat untuk mengambil beberapa hasil foto, yang meskipun gelap karena sudah terlanjur senja, akhirnya kamipun berhenti dan memilih menggunakan balai desa yang ada disana untuk tidur dan melepas penat.

21.00
Malam hari, waktunya bakar bakar!
sudah barang tentu makan bersama adalah suatu tradisi yang gak boleh terlewatkan disini, karena selain lebih menghemat pengeluaran, makan bersama konon menambah dan mempererat kebersamaan, entah benar atau tidak, toh nantinya kita punya cerita kan ya?

01.00
kami menghabiskan malam dengan sharing dan beberapa curahan hati yang akhirnya menimbulkan gelak tawa hingga kami merasa kami saja yang ada di sana, ah, kalau yang ini benar adanya karena selain hanya kami saja yang disana, angin muson bertiup kencang, kencang sekali hingga huijan badai tidak terelakkan lagi.

04.00
sunrise-is coming...
3 Februari, huft, apa perlu ane cerita lagi perihal perasaan?
kami mengambil beberapa spot yang kami kira cocok, dan sambil menunggu sarapan yang sudah kami pesan di toko yang menggelar lapak di pantai ini, kami sempatkan juga untuk bermain bola, ah, sejenak melapas emosi dan gelisah ternyata cukup seru, dan kapan lagi.

dan ini beberapa hasil foto yang saya tangkap menggunakan gawai yang saya miliki

Follow Instagram kami kak! @mahejenk dan @aka_buyung

Bahkan dibalik candidku, terdapat angan untuk memilikimu, wkwkwk

Neng, yakin gak mau sama aku yang lagi mandangin aku? 


Kesempatan yang jarang bisa terulang kembali

3.2.1996. Selamat Ulang Tahun 21st.

Sok candid, padahal ya enggak.... 

Nyiur melambai dan dirimu yang akan selalu menawan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates