#CERITANGOPI Eps.1 - Sepakbola Bukan 90 Menit

UCL is back everybody!

Sebagai orang Indonesia Sepakbola sudah bukan olahraga yang asing, bahkan menjalar, kepadatan penduduk, kesamaan minat dan satu bahasa pemersatu mampu membuat olahraga ini gaungnya lebih mudah dimainkan dimana saja, kapan saja dan siapa saja; tua muda, kaya miskin. 

Selain sepakbola ada olaharaga yang juga sama, namun baru terkenal di medio tahun 2008 futebal de sala namanya atau biasa dikenal dengan olahraga futsal namanya (mungkin di cerita selanjutnya akan saya bahas, entah kapan, tunggu saja). 

Klub yang diusung dan digemari beragam, sudah barang tentu klub lokal di negara sendiri yang dimainkan era PSSI setelah dibekukan tidak membuat suporter klub daerah lokal semakin berkurang, bahkan semakin menjadi ramai, bahkan menjadi jadi, termasuk di social media. 

Apalagi fans klub luar negeri, terutama kita tuju pada benua Eropa, meningkatnya kualitas pemain dan gencarnya tim tim yang didukung dalam memudahkan fans semakin mampu "dekat" dengan para fans nya yang tersebar di seluruh Dunia terutama, semakin menarik seluruh lapisan masyarakat yang menyukai olahraga kulit bundar ini.

Kembali Ke Topik Awal, UCL alias Liga Champions...

Banyak hal yang membuat kita senang dalam kompetisi di kasta klub paling prestisius di seantero Eropa ini, adanya keajaiban keajaiban, gol-gol cantik, assist pemain berkualitas dengan penyelesaian yang tenang dan baik, serta adanya kejar kejaran poin. Banyak hal yang membuat kita selalu lebih memilih menggandrungi koran di kolom olahraga ketimbang berita negara yang ternyata hanya settingan belaka, kayak kisah cinta aku dan dia, *eaaa* 

Sepakbola bukan hanya urusan 90 menit dalam lapangan bung!

Dan juga beberapa kekecewaan.

Pertandingan bola yang hanya 90 Menit, berlaganya kedua tim yang saling mencari kemenangan menjadi tontonan menarik, namun ada hal yang tidak akan tuntas dalam 90 menit itu.

Ada Banyak hal yang nantinya, akan terus dibahas, hingga kekalahan itu hilang dari pikiran fans tim yang kala itu terpuruk atau dibuat seperti pesakitan.

From Zero to Hero. Champions League adalah panggung bagi yang mau menunjukkan diri!

Kopi sudah mulai habis dan dekat dengan ampasnya, cerita saya mungkin akan dekat berakhir, toh intinya, 90 menit yang telah berlalu adalah perang fisik dan perang sahut sahutan penonton yang ada dilapangan. 

Sisanya?

Adu argumen, manakah klub terbaik sejagat raya, mana klub yang terbaik dalam penguasaan bola, terbaik dalam hal posession dan lain sebagainya, intinya 90 menit yang telah berlalu selain analisa taktik dari pandit professional, amatiran dan sosial media, 90 yang telah berlalu adalah adu argumen dan adu kuat, siapa yang tidak mau kalah.

Fin.




Komentar

Postingan Populer