#CERITANGOPI Eps.03 - Sibuk atau Menyibukan diri?

Waktu. Berjalan. 24 Jam.

ketika ditanya apa yang sudah saya lalui sejauh ini, saya bingung untuk menjelaskannya karena banyaknya hal yang saya lakukan, namun belum mampu mencapai kata tuntas, waktu yang berjalan sudah bagai sebuah mahkluk, yang selalu menghantui, meski kasat mata, namun bagai menyatu dengan pikiran saya. tersugesti dengan waktu yang semakin kejepit, sepertinya.

Now, Closer to the Edge..

entahlah, semenjak saya mengetik tulisan ini saya masih disibukkan dengan hal yang saya terasa berat untuk mengerjakannya bersama sama, namun malas mengerjakannya sendiri. sepertinya saya menilai diri saya sebagai pemalas, atau seseorang yang butuh mood baik untuk mengerjakan, namun butuh waktu lama untuk menemukan timing yang pas.

saya seorang juru catat di biro yang saya dapat amanah (sebenarnya dimanapun saya jadi panitia, posisi saya kalau enggak sekretaris, ya bagian seksi acara), butuh mood dan emosi yang baik bukan? yah, inilah, namun problematika yang sekarang bukan ini, dan juga bukan seperti judul yang diatas...

Lalu, Apa?

masa depan. suram saya lihat, namun jika merujuk ke plan yang sudah saya pernah buat (di pikiran saya sudah tertata rapi, namun lupa keluarnya kapan, wkwkwk) sepertinya banyak hal juga untuk perjalanan pribadi dan pencapaian pencapaian yang saya perlukan. belajar dari beberapa minggu lalu saya bertemu dengan Professor dari Jogja, melihat beliau "baru" jadi orang setelah banyak melakukan studi dan mengajarkannya ke orang banyak setelah 20 tahun lamanya. 

saya 5 tahun setelah kelulusan saya dari SMA saya, dan 1 tahun dari almamater kampus saya yang tercinta ini, saya belum terlalu memiliki pandangan yang jelas untuk saya lakukan. 

Almamater tercinta, dari sudur pandang saya yang suram, wkwkwk

kalau yang saya pikirkan banyak. untung banyak juga yang sudah terealisasikan, hehehe...

beberapa kali saya punya pikiran untuk melakukan pemberkasan untuk mendaftar di salah satu perguruan tinggi yang menjadi cita-cita saya... namun apa daya setelah saya membaca keadaan, saya sepertinya belum diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah orang lain. 

Ya Rabb, mungkin bukan kesempatan saya :) 

dan perihal asmara, saya mungkin dengan melihat kepribadian dan cara saya bekerja, anda dengan mudah menilai saya sebagai orang yang masih belum bisa mengatur dan membicarakan sebuah hubungan (ya benar, beberapa postingan saya menyangkut ini, dan hasilnya? you know la~)

susah untuk membagi waktu dan menentukan prioritas yang benar bagi saya, toh karena hidup ini adalah sebuah pembelajaran dari sebuah kesalahan dan pengalaman orang lain, saya akan berusaha untuk memperbaiki itu semua.

minimal bisa bedain waktu kerja lembur saya dan waktu saya mencuci pakaian dan buntelan baju saya di binatu, ahahaha....

so, sebenarnya saya sibuk atau menyibukkan diri? entahlah~


Komentar

Postingan Populer