#CERITANGOPI Eps.04 Jakarta tetap Jakarta, Tidak akan yang Lain.

Hai everyone,

Teror terjadi lagi di kawasan Jakarta bagian Timur, semakin prihatin dengan apa yang sudah terjadi di daerah elit dan Ibukota negara ini, terus terusan media membuat kita semakin tergiring ke satu hal, yang sebenarnya dilebih lebihkan media dengan judul yang cukup menegangkan dan penuh drama

Jakarta sudah tidak aman, Jakarta Siaga bla.. bla... bla..

pendapat saya pribadi, Jakarta hanya sebuah obyek rekayasa, untuk sebuah organisasi, atau kepentingan mayoritas yang berlandaskan kesenangan pribadi dan kolega mereka, di buat seakan akan Jakarta ini tidak aman buat kaum minoritas, dan apapun yang berbau SARA, akan mudah di lenyapkan.

but, apakah itu yang terjadi? tidak, beberapa hal yang saya lakukan in-depth research, saya menemukan "benang merah" petunjuk dari semuanya. Adanya kepentingan, sehingga kota yang cukup makmur, menurut petahana nya, dibuat seakan akan kacau balau.

Masyarakat sudah pintar, media mampu mereka pilah dengan benar.


kasus yang pertama, perihal petahana yang sidangnya dibuat berbelit belit, kemudian mayoritas agama di Jakarta mengamuk, dan membuat kericuhan di dunia maya dan dunia nyata, apakah ini nyata? tidak, kericuhan selalu berakhir adanya kehancuran dan perselisihan, namun yang terjadi, mayoritas menggunakan kekuatas kepercayaan dan keimanan menjalankan aksi damai, super duper damai, bahkan petinggi jendral mengatakan aksi damai bukan sebuah makar, melainkan meminta hak mereka sebagai warna negara Indonesia.

kemudian, kasus yang selanjutnya pancingan bernama SARA, simpatisan petahana tidak terima dengan adanya aksi damai, dan menolak akan dipidana nya junjungan mereka, menggunakan buzzer dan sosial media untuk menjelekkan pimpinan masyarakat mayoritas, dengan segala fitnah, dan segala aksi yang terlihat 'masuk akal' menurut mereka, namun bagi saya, aksi itu cenderung seperti 'haus akan mencari kesalahan orang lain'.

dua kasus awal ini seperti sebuah pelatuk, akan kekuatan kotor kalangan pemimpin di Ibukota, banyaknya kasus yang jauh dari kata kemanusiaan di atur sedemikian rupa, sehingga mengatur agar petinggi penegak hukum bisa memperbaiki harga diri masyarakat.

Namun, HELL NO!.

sepertinya masyarakat sudah bosan dengan aparat, sehingga kasus kasus yang lama saya tulis tadi, masyakat bergumam akan hasil kerja kepolisian yang cenderung sulit dan berbelit-belit.

lalu, bom meledak. 

apa yang mereka mau? menganggap Jakarta tidak aman? tidak, Jakarta akan selalu nyaman bagi siapapun yang menganggapnya rumah.

Komentar

Postingan Populer